Jumat, 14 Agustus 2015

Summer Camp Yunnan 2015

Liburan sekolah biasanya ngapain? Kalau aku sih biasanya being unproductive all day and all night. Melakukan hal-hal yang enggak penting tapi menyenangkan bagiku. Nge-scroll timeline twitter, misalnya. Tapi, liburan sekolah tahun ini agak berbeda karena aku ikut Summer Camp! Awalnya sih disuruh dan aku NOLAK. Bener-bener enggak pingin. Males banget. Enggak ada temen juga. Tapi, aku ikutin aja. Cerita selama di sana? Tenang aja. Aku sudah bikin narasinya karena kebetulan waktu itu disuruh buat. Cukup panjang--7 halaman Microsoft Word--dan ada beberapa foto. Yang mau baca, silahkan. Yang enggak mau baca, coba baca dulu deh. Siapa tau suka, hehehe.

***
           Ada hal yang berbeda saat liburan kenaikan kelas saya pada bulan Juni 2015. Di tahun-tahun sebelumnya, biasanya saya berlibur bersama keluarga. Namun kali ini, saya mengikuti Summer Camp Yunnan selama 12 hari.
            Satu hari sebelum keberangkatan, diadakan pertemuan yang dihadiri oleh Konjen RRT, pengurus INTI, dan tentunya peserta Summer Camp Yunnan 2015 beserta orangtua. Pada awalnya, saya tidak mengenali siapapun, kecuali Steven, Aldi, Ce Mika, dan Marchia yang merupakan keluarga besar saya. Sebelum acara dimulai, saya diajak berkenalan dengan Ce Rebecca. Selama acara berlangsung, saya mendengarkan sambutan, penjelasan, dan pengarahan yang diberikan. Kami—peserta Summer Camp Yunnan 2015—juga diberikan gambaran mengenai tempat-tempat yang akan dikunjungi selama di sana. Setelah pengarahan selesai, tiba saatnya untuk 
membagikan rompi, name tag, dan buku panduan. Selanjutnya adalah foto bersama seluruh peserta Summer Camp Yunnan 2015 untuk pertama kalinya. Acara ditutup dengan pengarahan terakhir, yaitu pemberitahuan agar keesokan harinya, tanggal 18 Juni 2015, semua peserta berkumpul di Bandara Ngurah Rai jam 04.00.

Pertemuan Pertama di Harris Hotel Kuta

            Pada tanggal 18 Juni 2015, saya bangun pagi-pagi sekali, sekitar jam 03.00. Kemudian saya bersiap-siap dan menuju ke Bandara Ngurah Rai bersama keluarga saya dan Steven. Sampai di bandara, sudah banyak yang datang, tetapi belum lengkap. Saya juga belum melihat teman sekamar saya, Shieny Sugiarto. Sekitar jam 05.00, semua peserta sudah berkumpul. Setelah foto bersama, kami semua masuk bersama-sama dan check-in. Setelah itu, kami berjalan menuju gate 7 yang jaraknya lumayan jauh. Selama perjalanan, saya berbincang-bincang bersama Shieny. Tak lama kemudian, tepatnya jam 05.20, kami masuk ke pesawat. Saya mendapatkan seat 21A bersama Natasha dan papanya di 21B dan 21C. sekitar jam 06.00, pesawat Air Asia QZ550 take off menuju Kuala Lumpur.

Blurry Pict @ KLIA2

            Kuala Lumpur International Airport 2. Itulah tulisan yang saya lihat saat menapakkan kaki di Kuala Lumpur, Malaysia pada jam 09.00. Di Kuala Lumpur, kami transit selama 4 jam. Setelah ke imigrasi, kami mengambil bagasi dan check-in untuk penerbangan ke Kunming, China. Sambil menunggu, kami diberikan waktu bebas di bandara, tapi harus berkumpul lagi jam 11.30. Saya mengajak Shieny dan Steven untuk membeli minuman di Starbucks. Ternyata di sana ada banyak teman-teman peserta Summer Camp lainnya. Pada jam 13.00, pesawat kami—Air Asia AK101—berangkat menuju Kunming, Yunnan, China. Kami tiba di Kunming 25 menit lebih cepat dari perkiraan. Selanjutnya kami menuju ke imigrasi. Namun, salah satu pendamping Summer Camp, yaitu Suk Handi kehilangan passport-nya! Dengan ekspresi panik dan takut, ia mencari-cari passport-nya di semua bagian tasnya. Kemudian ia meminta bantuan staff bandara untuk mengantarnya kembali ke pesawat untuk mencari passport yang diyakininya tertinggal di kursi pesawat. Sambil menunggu Suk Handi kembali, kami mengambil bagasi dan mengumpulkan passport ke Ik Yenny agar tidak terjadi kejadian serupa. Di luar, sudah ada Chen Lao Shi dan An An—tour guide selama di Kunming—menunggu. Kemudian kami naik ke bus. Setelah semua lengkap, bus pun melaju ke restoran tempat makan malam yang jaraknya tidak jauh dari bandara. Di restoran, satu meja duduk bersepuluh. Saya duduk bersama Ce Mika, Ce Nia, Shieny, Jessica, Yashinta, Aimee, Kevin, Liko, dan Lao Shi Leny. Pada saat itu, makanan di meja saya hampir tidak tersentuh. Hanya telur goreng yang habis dimakan. Sisanya tidak ada yang mau. Setelah selesai makan malam, kami menuju ke Kunming Hotel, tempat kami bermalam selama 2 malam. Sekitar jam 19.30 kami sampai di Kunming Hotel. Pada saat itu, langit masih sangat terang padahal sudah jam 19.30. Saya dan Shieny mendapatkan kamar nomer 612. Sampai di kamar, saya membuka koper dan merapikan isinya, sedangkan Shieny mandi. Kamar hotelnya tidak terlalu besar tetapi nyaman. Setelah Shieny selesai mandi, sekarang giliran saya. Selesai mandi, kami beristirahat.

Hari Pertama di Kunming

            Di jadwal perjalanan, seharusnya tanggal 19 Juni 2015 kami menuju ke Dinosaur Valley. Tapi diganti menjadi Stone Forest. Perjalanan menuju Stone Forest memakan waktu sekitar 1,5 jam. Di perjalanan, banyak yang tidur. Sesampainya di Stone Forest, kami berjalanan menuju ke pintu masuk. Setelah itu mengantri untuk naik battery car. Saya duduk di bagian belakang bersama Shieny, Ce Mika, dan Ce Nia. Di Stone Forest, kami berkeliling sambil mengambil beberapa foto. Beberapa dari kami juga menyewa baju tradisional untuk di pakai berfoto. Setelah beberapa jam berjalan, kami pun keluar dan menuju ke bus. Perjalanan dilanjutkan menuju ke tempat makan siang. Setelah makan siang, kami kembali ke hotel. Namun sebelumnya, kami menuju ke tempat makan malam. Tour guide kami menawarkan jalan-jalan pada malam harinya. Semua pun setuju. Maka, pada malam harinya, setelah makan malam dan bersiap-siap, kami berkumpul di lobby dan menyusuri kota Kunming di malam hari. Kami memasuki beberapa mall dan supermarket. Sekitar jam 22.00, kami kembali ke hotel dan perjalanan di hari Jumat, 19 Juni 2015 ini pun berakhir.


Stone Forest

            Semua koper sudah berada di lobby pada tanggal 20 Juni 2015 karena malam ini kami akan menuju kota selanjutnya, yaitu Dali. Setelah sarapan, kami masuk ke bus dan menuju ke Dinosaur Valley, salah satu tempat yang paling saya tunggu. Seperti biasa, perjalanan memakan waktu selama 1,5 jam dan hampir semuanya tidur. Sampai di Dinosaur Valley, kami berfoto bersama. Saat akan masuk ke wilayah Dinosaur Valley, tour guide kami tiba-tiba menghilang sehingga kami tidak diizinkan untuk masuk. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya tour guide kami datang. Lagi, kami menggunakan battery car untuk menuju ke museum. Museum pertama, kami menonton film yang menayangkan kehidupan dinosaurus. Filmnya keren dan ada efek guncangan beberapa kali kami rasakan. Setelah itu, kami menuju ke museum selanjutnya. Di museum yang kedua terdapat banyak rangka dinosaurus, baik yang utuh maupun yang bagian tertentu saja. Museum ini benar-benar menarik. Ada banyak sekali rangka dinosaurus utuh, mulai dari yang kecil sampai yang sangat besar. Setelah selesai melihat-lihat di museum, kami menuju ke tempat bermain dengan battery car. Ada banyak sekali wahana yang perlu dicoba dan menantang adrenalin. Untuk permainan pertama, saya, Shieny, Ce Mika, dan Ce Nia memilih untuk naik Merry-Go-Round. Selanjutnya kami menuju ke permainan yang bentuknya seperti telur, lalu kami masuk ke dalamnya dan telur-telur yang ada akan berputar. Setelah selesai 2 permainan, kami ingin mencoba permainan semacam roller coaster dengan air. Tapi karena takut basah, kami pun mengurungkan niat kami. Kemudian, saya dan Ce Nia naik permainan semacam tornado di Dufan. Kelihatannya tidak terlalu menyeramkan. Ce Mika dan Shieny hanya duduk menonton. Awalnya saya tidak takut. Tapi, saat permainan mulai, saya kaget. saya kira hanya akan di putar ke kanan dan ke kiri. Ternyata, di putar 360° berkali-kali. Sekitar 3 menit kemudian, permainan selesai. Wahana tersebut menjadi wahana terakhir. Setelah itu, saya, Shieny, Ce Mika, dan Ce Nia membeli es krim dan duduk di tempat berkumpul. Sekitar jam 14.00, kami meninggalkan Dinosaur Valley, makan siang, dan kembali ke kota Kunming. Makan malam terakhir di Kunming adalah di sebuah restoran hotel. Kami menyimpan koper di sana, kemudian kami diberikan waktu bebas untuk berjalan-jalan dan berkumpul kembali untuk makan malam pada jam 18.00. Saya kurang menikmati waktu berbelanja kali ini karena tidak ada barang yang menarik. Setelah makan malam, tour guide mengantar kami ke stasiun kereta api. Ini pertama kalinya saya naik kereta api. Saya mendapatkan gerbong 8 nomer 17 bersama Steven dan Derren. Saat akan menuju ke kereta, kami harus menuruni banyak tangga sambil mengangkat koper. Kebetulan pada saat itu saya belum belanja apapun, jadi koper saya tidak berat.


 Dinosaur Valley

Stasiun Kereta

            Keesokan paginya, saya bangun jam 06.00 dan langsung mengantri untuk sikat gigi. Setelah itu, kami bersiap-siap untuk keluar dari kereta. Di luar stasiun, kami sudah ditunggu oleh tour guide selama di Dali. Kemudian kami berjalan menuju ke bus dan pergi ke tempat sarapan. Awalnya kami diberitahu bahwa hari ini check-in hotelnya pada sore hari. Itu artinya kami tidak mandi. Tapi syukurnya, rencana diubah dan akhirnya setelah sarapan kami menuju ke Asia Star Hotel untuk mandi. Tapi hanya disediakan beberapa kamar. Jadi 1 kamar akan dipakai oleh lebih dari 2 orang. Saya mendapat kamar nomer 522 bersama Shieny, Ce Mika, Ce Nia, dan Aimee. Setelah semua selesai mandi, kami menuju ke destinasi selanjutnya, yaitu Dali Three Pagodas. Cuaca hari itu sangat panas dan saya lupa memakai sunblock. Selama di sana, kami berkeliling bersama-sama dan tour guide sesekali memberi penjelasan mengenai tempat-tempat di sana. Setelah itu kami menuju ke Butterfly Spring Park. Untuk menuju ke tempat kupu-kupu, kami harus berjalan lumayan jauh dan jalannya menanjak. Setelah sampai di sana, kami melihat kolam yang diyakini bisa mengabulkan permintaan. Kolamnya dalam dan airnya sangat jernih. Saya dan Shieny pun mencoba melempar uang beberapa sen ke dalam wishing pond. Setelah itu, kami menuju ke air mancur yang diyakini bisa memberikan keberuntungan. Kami pun mencuci tangan dan membasuh wajah. Setelah itu, kami berjalan dan membeli beberapa cemilan. Setelah dari Butterfly Spring Park, kami menuju ke sebuah kota tua. Di sana terdapat banyak pedagang makanan dan souvenir. Setelah itu kami makan malam dam menuju ke hotel.

The Three Pagodas

Butterfly Spring Park

            Senin, 22 Juni 2015. Jam 09.00 pagi kami sudah berangkat ke tempat pembuatan film. Sampai di sana, kami menonton upacara pembukaan yang sangat menarik sekaligus membuka taman pembuatan film itu. Di dalam, kami menonton pertunjukkan lainnya. Yang menarik, pada saat pertunjukkan tentang putri yang mencari pasangan hidup, salah satu pendamping kami, Suk Handi menangkap kain yang dilempar. Siapapun yang mendapatkan kain tersebut akan menjadi pasangan sang putri. Kemudian Suk Handi diajak naik. Dengan mengenakan pakaian tradisional, Suk Handi melambaikan tangannya dari atas dan disambut dengan tawa oleh peserta Summer Camp lainnya. Tak hanya itu, ada juga pementasan barong sai yang tak kalah menarik. Setelah itu, kami bermain panah, melempar pisau, dan masih banyak lagi. Setelah makan siang, kami kembali ke hotel karena cuaca sangat panas. Jam 15.30 kami kembali berkumpul dan menuju ke Dali Old Town. Di sana kami boleh berpencar dan nantinya harus berkumpul lagi di tempat yang sama. Saya berjalan bersama Shieny, Ce Mika, dan Ce Nia. Kami membeli tempat minum yang lucu-lucu. Ce Nia membeli sandal. Setelah berjalan cukup jauh, kami kembali dan menuju ke Miniso.  Kami menghabiskan waktu di sana cukup lama. Setelah itu kami makan malam dan kembali ke hotel.

Tempat Pembuatan Film

            Hari ke-6 ini kami akan menuju ke kabupaten lain, yaitu Jian Chuan. Tour guide yang akan mengantar ke Jian Chuan berbeda dari yang kemarin. Selama di jalan, ia memberikan penjelasan tentang sejarah Dali. Setelah itu kami diajak bermain big melon, small melon. Bagi yang salah harus maju ke depan dan bernyanyi. Untungnya saya tidak pernah salah, jadi tidak perlu maju ke depan dan bernyanyi. Perjalanan yang memakan waktu sekitar 3 jam itu pun selesai. Kami pun menuju ke hotel untuk makan siang dan menyimpan koper. Saat baru masuk ke hotel, saya merasa kagum. Hotelnya bagus dan Shieny mengatakan kalua lift-nya bagus, kamarnya pasti bagus. Benar saja. Kamarnya sangat bagus dan luas. Terdapat bath tub dan shower box. Hotel Jiali ini adalah hotel paling bagus selama kegiatan Summer Camp Yunnan 2015. Setelah selesai makan siang, kami menuju ke Shi Bao Shan. Seharusnya ke Gunung Ribuan Singa. Tapi karena jarak yang sangat jauh dan harus berjalan kaki menanjak, jadi dibatalkan. Kami akan melihat Patung Buddha yang terletak di tebing. Untuk mencapai tempat tersebut, kami menuruni dan menaiki banyak anak tangga. Sunggu melelahkan.  Saya kira yang akan kami lihat adalah tebing yang diukir wajah Buddha. Ternyata tidak. Hanya patung yang disimpan di dalam bangunan di tebing. Setelah selesai melihat-lihat, kami kembali menyusuri jalan yang melelahkan. Perjalanan kembali lebih melelahkan karena lebih banyak menaiki anak tangga daripada menuruni. Setelah itu kami kembali ke hotel. Pada malam harinya, saya dan Shieny bermain ke kamarnya Ce Mika dan Ce Nia. Malam itu sangat menyenangkan. Kami mendengarkan lagu ‘hacep’ dan menari-nari. Tawa pun meledak sepanjang malam. Saat saya dan Shieny akan kembali ke kamar, tanpa sengaja Ce Nia menekan tombol ‘Master Lamp’ sehingga semua lampu di dalam kamarnya mati. Saat ditekan kembali, lampu tidak mau hidup. Kami mencoba mencabut kartu dan memasangnya lagi, namun tetap tidak mau hidup. Kami pun memutuskan untuk menuju ke resepsionis dan meminta bantuan. Salah satu petugas pun mengikuti kami ke kamar Ce Mika dan Ce Nia. Namun, saat kartu dipasang, semua lampu langsung hidup. Kami pun meminta maaf dan berterimakasih kepada petugas tersebut.




Wajah Lusuh Setelah Melewati Ribuan Anak Tangga 

            Pagi ini, Rabu, 24 Juni 2015, kami check-out dari Hotel Jiali. Padahal hotelnya bagus, tapi hanya semalam. Setelah itu kami menuju ke Shaxi Old Town. Di sana saya, Shieny, Ce Mika, dan Ce Nia hanya berjalan-jalan sebentar dan kemudian beristirahat di Mint Café. Setelah itu kami semua makan siang dan menuju ke Kota Lijiang. Perjalanan selama 2,5 jam. Sampai di sana, kami langsung check-in ke Hotel Adange. Hotel kali ini sangat berbeda dengan yang kemarin. Kali ini kamarnya sempit. Malamnya, kami jalan-jalan ke Seven Stars Street.

Mint Cafe, Tempat Di Mana Kita Menemukan Western Food

            Hari ke-8, kami menuju ke Jade Water Village. Di sana terdapat semacam air terjun kecil. Pemandangannya juga bagus. Jadi kami mengambil banyak foto di sana. Cuacanya cukup panas tapi angin berhembus keras. Setelah makan siang, kami menuju ke Jade Dragon Snow Mountain. Di sana terdapat beberapa kolam yang airnya berwarna biru muda. Seperti Kawah Putih di Jawa Barat. Di sana juga kami naik cable car. Setelah itu, kami berjalan-jalan ke sebuah tempat. Disana terdapat padang rumput yang luas dan terdapat banyak domba. Udaranya juga sangat sejuk dan dingin. Setelah mengambil foto dan menbeli sosis, jam 16.30 kami kembali ke tempat berkumpul. Namun, hujan turun dan udara berubah menjadi sangat dingin sehingga saya menggigil dan pakaian saya basah. Setelah semua berkumpul, kami makan malam dan kembali ke hotel.



Jade Water Village







Jade Dragon Snow Mountain. Freezing.

            Jumat, 26 Juni 2015. Pagi ini kami menuju ke Black Dragon Park. Di sana pemandangannya bagus. Taman dengan kolam besar di tengah-tengah dan pemandangan gunung di belakangnya. Setelah berkeliling taman dan membeli beberapa souvenir, kami menuju ke bus dan pergi ke tempat selanjutnya. Kami menuju ke sebuah kota tua. Sama seperti kota tua-kota tua sebelumnya, kami hanya berkeliling dan melihat-lihat souvenir. Pada jam 15.00, kami menuju ke sebuah SD di sana. Kami akan memberikan persembahan pentas seni untuk murid-murid SD di sana dan sebaliknya. Acara berjalan lancar dan menyenangkan. Kemudian sebagai penutup, semua peserta Summer Camp Yunnan 2015 naik ke atas panggung dan menyanyikan beberapa lagu Indonesia. Setelah itu kami berjalan keliling sekolah. Yang paling menarik adalah lapangan sepak bola. Lapangannya sangat luas dan bagus dengan pemanjangan gunung salju di belakangnya. Benar-benar pemandangan yang menawan.


Black Dragon Park

Lapangan Sepak Bola Berlatar Gunung Salju

            Sabtu, 27 Juni 2015 adalah hari terakhir di Yunnan. Jadi, tour guide memberikan kami free time di hotel sampai jam 12.00. Jam 12.00 kami check-out dan menuju ke Lijiang Old Town. Hujan pun kembali turun. Untungnya hanya sebentar. Setelah itu kami diberikan waktu bebas di Lijian Old Town sampai pukul 18.00. Seperti biasa, saya, Shieny, Ce Mika, dan Ce Nia berkeliling. Kali ini kami berbelanja sangat banyak. Setelah semua berkumpul, kami diantar ke stasiun kereta api Lijiang. Naik kereta api kali ini berbeda dari yang duluan. Karena kali ini koper sudah bertambah berat. Saat akan naik ke kereta api, kami harus mengangkat koper dan menaiki banyak anak tangga. Kemudian perjalanan pun berlanjut menuju Kunming.

Lijiang Old Town. Guess Which One Is Me?

            Minggu, 28 Juni 2015 kami tiba di Kunming dan dijemput dengan tour guide yang sama seperti pada hari pertama. Kami langsung menuju ke bus dan diajak ke Golden Hall. Di sana terdapat banyak mall dan café. Kami diberikan waktu bebas sampai jam 13.00. Di sana saya, Shieny, Ce Mika, dan Ce Nia membeli es krim dan baju. Setelah makan siang, kami diantar ke bandara. Di bandara, hampir semua membuka koper dan memindahkan barang-barang ke tas agar koper tidak overweight. Pada jam 17.40 kami menuju ke Kuala Lumpur dengan pesawat Air Asia AK100. Di dalam pesawat, banyak yang bermain kartu, bercanda, selfie, dan bernyanyi. Beberapa kali kami mendapat teguran dari pramugari dan beberapa penumpang lainnya melihat ke arah kami dengan ekspresi tidak senang. Mungkin mereka merasa terganggu. Kami tiba di Kuala Lumpur 45 menit lebih cepat dari perkiraan. Setelah mengurus imigrasi dan mengambil koper, kami menuju ke bus dan meninggalkan bandara. Letak hotel kami 20 menit dari bandara. Sesampainya kami di tempat kami bermalam, tour guide membagikan kunci kamar. Saat kami sampai di lantai 2, udaranya sangat panas. Di dalam kamar pun sama panasnya. Kamarnya sempit. Tapi tidak apa-apa. Hanya untuk semalam.


Golden Hall

            Pagi harinya, saya terbangun karena ada seseorang yang mengetuk—menggedor tepatnya—pintu kamar saya. Saat saya membuka pintu, ada seseorang mengatakan, “That was the morning call.” Setelah itu saya segera bersiap-siap. Sekitar jam 06.00, Ce Mika dan Ce Nia datang ke kamar saya. Kemudian kami turun bersama. Selesai breakfast,  kami menuju ke bandara. Penerbangan kami jam 09.55. Masih ada sangat banyak waktu. Beberapa dari kami berbelanja di bandara. Kemudian sekitar jam 9 kurang kami masuk ke pesawat dan jam 09.55, pesawat Air Asia QZ551 berangkat ke Denpasar, Bali. Sekitar jam 14.00, kami sampai di bandara. Kami menuju ke imigrasi dan mengambil bagasi. Kini saatnya untuk berpisah. Kami saling berpelukan dan melambai-lambaikan tangan. Di luar, keluarga saya sudah menunggu. Dengan semangat, saya, Shieny, Ce Mika, dan Ce Nia keluar dan menemui keluarga masing-masing.

            Summer Camp Yunnan 2015 ini merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Walaupun saya dengar, awalnya banyak yang ikut karena dipaksa, termasuk saya, tetapi benar-benar worth it. Di sini saya mendapatkan banyak teman baru dan mengunjungi tempat-tempat baru. Semoga selanjutnya bisa diadakan Summer Camp lagi dan kami bisa bertemu kembali. 

1 komentar: