Sunday, March 5, 2017

Seleksi Pertukaran Pelajar AFS/YES Bina Antarbudaya; Roller Coaster in Life

Welcome back to my blog!
Kali ini aku kembali lagi dengan pengalaman seleksi pertukaran pelajar untuk yang kedua kalinya, yaitu seleksi pertukaran pelajar untuk program AFS/YES melalui Yayasan Bina Antarbudaya Chapter Denpasar.


Jadi, aku tau program ini dari kakak sepupu aku yang sudah pernah ikut dan lolos seleksi. Pendaftarannya tanggal 1 Maret 2016-15 April 2016. Awalnya, untuk bisa log in ke website tempat daftar seleksi, aku harus transfer untuk beli PIN pendaftarannya. Setelah transfer, konfirmasi via SMS ke nomor yang dicantumkan di tata cara pendaftaran. Lalu akan diverifikasi dan kalau sudah masuk, dikasi PIN yang berupa rangkaian nomor dan angka yang panjang. Setelah itu, aku sign up ke website Bina Antarbudaya. Kemudian aku dihadapkan dengan
formulir pendaftaran yang panjang dan banyak. Mulai dari data diri, prestasi, dan beberapa pertanyaan yang harus dijawab sama kita dan orangtua. Dari tahun ke tahun sih formulirnya sama, cuma formatnya aja yang beda.


Formulir bisa diisi selama masa berlaku PIN--keterangannya biasanya ada di pojok kanan atas webpage formulirnya. Bisa di-save sementara dan diisi lagi di lain waktu. Kalau formulir sudah benar-benar lengkap dan benar, submit formulir dan print transkrip formulirnya untuk dibawa waktu seleksi.

Seleksi tahap pertama diadakan tanggal 1 Mei 2016. Semua rangkaian seleksi ini selalu diadakan di hari Minggu. Jadi, enggak usah khawatir bakal ngeganggu jam sekolah. Sebelum seleksi ini, tentunya aku udah nyari info dimana-mana. Mulai dari kakak kelas yang udah pernah ikut sampai dari blog-blog tentang pengalaman seleksi program ini. Dari informasi yang aku dapat, kesimpulannya adalah untuk seleksi tahap pertama ini tes pengetahuan umum, Bahasa Inggris, dan nulis esai. Aku udah mempersiapkan semuanya dengan baik, eh enggak deh. Persiapannya H-1. Itupun cuma panik-panikan gak jelas gitu.

Sepertinya sekitar jam 8 pagi itu aku udah ada di tempat seleksi. Aku ketemu sama banyak temen sekolah yang aku enggak tau kalau ternyata mereka ikut seleksi. Di sana, mereka udah bekel buku IPU yang banyak dan tebel sedangkan aku? Cuma bawa novel Cherry Blossom. Sudah cukup terlambat untuk memperlajar buku pengetahuan umum setebal itu. Akhirnya, sekitar jam 10an, panitia manggil semua peserta untuk masuk ruangan masing-masing. Aku lupa dapat ruang berapa, kayaknya ruang 1 deh. Di ruangan itu enggak ada temen satu sekolah. Duduknya sesuai nomor peserta. Dengan nomorku yang terbilang muda--0012--aku kira bakal dapat tempat duduk di depan. Ternyata di belakang dan bener-bener kena hembusan AC. Tes pertama adalah ilmu pengetahuan umum. Soalnya 100. Soal-soal yang aku inget itu, tentang kultur jaringan, samudera terdalam, letak Panama (Karena waktu itu lagi ngetren Panama Papers), letak Bandara Fatmawati (yang untungnya bisa aku jawab karena nonton film Soekarno dan yang aku ingat, mereka bertemu di Bengkulu), menteri luar negeri, tahun berapa Jokowi-Ahok terpilih sebagai Gubernur Jakarta, apalagi ya. Banyak deh. Sisa waktu setelah aku selesai ngerjain soal masih banyak. Aku sudah kedinginan. Terus aku kayaknya ketiduran sebentar karena pas aku ngangkat kepala, panitia sudah mulai ngambil jawaban kita. Tes pertama selesai. Sambil nunggu tes selanjutnya, semua peserta disuruh nunggu di luar sambil makan snack yang sudah disediakan. Aku ngobrol-ngobrol sama temen-temen. 

Tes kedua dimulai. Tes kali ini adalah tes Bahasa Inggris. Soalnya enggak terlalu susah. Pokoknya tentang tenses sama synonym gitu. Sama ada juga jawab pertanyaan yang ada teksnya. Soalnya enggak sebanyak tes IPU dan jauh lebih gampang dari soal Bahasa Inggris waktu seleksi ASEAN Scholarship. Setelah tes Bahasa Inggris, kita disuruh nulis esai. Dikasi tiga topik yang aku lupa tentang apa aja. Pokoknya aku pilih tentang future plan gitu, berhubung aku suka banget daydreaming tentang future, wkwk. Aku lupa esainya harus segimana. Tapi kayaknya minimal satu lembar kertas yang disediain deh. Selesai bikin esai, kita dikasi briefing tentang keperluan yang harus dibawa waktu seleksi tahap 2--kalau lolos. Keperluannya lumayan banyak, yaitu 3 rangkap printed-out transkrip formulir, fotokopi akte kelahiran, SKHUN, Ijazah SMP, rapot SMA terbaru legalisir, dan surat rekomendari dari 3 orang yang kita tulis di formulir. Pengumumannya 2 minggu setelah tes.

2 minggu itu rasanya lama banget. Sudah deg-degan, pas hari H ternyata pengumumannya diundur :):) Aku enggak tau kapan diumumin lagi. Intinya, pada hari itu, pagi-pagi aku buka Facebook Bina Antarbudaya dan ternyata pengumumannya sudah ada. Mata berkaca-kaca karena ngeliat NOMOR PESERTA 0012 ADA DI URUTAN 1 DAN LOLOS SELEKSI TAHAP 1! Seneng banget. Aku langsung deh mempersiapkan keperluan, minta surat rekomendasi, dan legalisir segala macem. 

Seleksi tahap 2 dilaksanakan hari Minggu, 29 Mei 2016. Begitu sampai di tempat seleksi, seperti biasa aku ke meja registrasi dulu. Tanda peserta diisi tanggal dan dicap. Berkas yang diminta untuk dibawa hari ini juga dikumpul waktu registrasi. Sekaligus ngeliat ruangan tempat seleksi. Aku lupa dapat ruang berapa. Pokoknya, ruangannya itu dipojok banget. Sambil nunggu giliran, aku kenalan sama temen seruangan, Velya. Terus lama kelamaan kita berdua jadi ikut ngobrol sama anak-anak ruangan sebelah, di mana ada temen satu sekolahku, Karuni, ada juga Amara dan Shania.

Setelah nunggu cukup lama, namaku dipanggil untuk tes wawancara bahasa Indonesia. Di sana ada 3 pewawancara dan salah satunya adalah Kak Ratih, returnee AFS beberapa tahun silam (Peace, Kak Ratih ^^V). Wawancaranya itu kayak ngobrol biasa. Ditanya tentang kehidupan sehari-hari, sekolah, ekstrakurikuler, dan apapun yang kita tulis di formulir--karena each one of them brought my form. Pertanyaan lain yang aku inget; menurutmu, agama itu penting gak? Kamu kan tertarik sama Amerika tuh, tau perkembangannya Donald Trump sama Hillary Clinton, gak? (Waktu itu belum terlalu disorot karena masih awal 2016, jadi jujur aja. Aku jawab enggak ngikutin). Apalagi, ya? Lupa deh. Pokoknya santai dan jujur aja. Pasti sukses. Wawancara ini berjalan sekitar 30 menit. Begitu selesai, aku keluar ruangan dan nunggu lagi untuk wawancara bahasa Inggris. Di sana aku ngobrol-ngobrol sama yang lain juga. Ada yang deg-degan nunggu giliran, ada yang sudah agak lega, pokoknya macem-macem diceritain, deh.

Antri untuk wawancara bahasa Inggris ini lebih lama daripada yang tadi. Kali ini, interviewer-nya juga 3 dan salah satunya adalah bule. Sama seperti wawancara sebelumnya, enggak ada pertanyaan yang susah. Cuma kayak ngobrol-ngobrol biasa aja. Pokoknya inti dari seleksi tahap kedua ini adalah jujur. Selesai wawancara, acara bebas. Yang mau pulang duluan, silakan.

Seperti biasa, pengumuman berjarak 1-2 minggu. Aku inget banget pengumuman yang lolos ke tahap 3 itu aku liat malem-malem waktu di perjalanan pulang dari Tabanan. Kesan pertama saat melihat nomor 0012 lolos, mata berair dan tangan gemeter. Seneng banget. Tapi sedihnya, cewek-cewek rempong enggak ada yang lolos :( Padahal rencananya mau ngumpul lagi di tahap 3. Huhuhu, sedihh..

Sebelum seleksi tahap 3, aku blog walking dulu. Nyari-nyari informasi tentang seleksi tahap 3 ini. Ternyata, di seleksi tahap 3 kita bakal dikelompokin. Nama seleksinya itu dinamika kelompok. Nantinya bakal dikasi permasalahan dan kita harus nyelesaiin.

Seleksi tahap 3 dilaksanakan hari Minggu, 19 Juni 2016. Seperti biasa, seleksi dimulai dengan registrasi. Absennya sudah dikelompokin gitu. Aku liat-liat nama orang yang satu kelompok sama aku. Nama? Tau. Sekolah? Tau. Orangnya? Enggak T.T Ya gimana, walaupun tau nama sama sekolahnya, mukanya kan enggak tau. Mana waktu itu semua pada pakai baju bebas, lagi. Akhirnya aku jalan-jalan sambil nyari temen sekelompok. Nebak-nebak gitu. Orang yang pertama aku temuin adalah Diva. Sambil nyari yang lain, aku ngobrol-ngobrol sama Diva. Akhirnya, beberapa saat sebelum masuk ruangan, kelompokku lengkap. Aku, Diva, Tiwi, Made Mas, Dewo. Sebelum masuk juga kita udah sempet ngobrol-ngobrol bercanda, gitu.

Masuklah kita ke dalam ruangan. Penilainya banyak banget. Kita duduk di tengah-tengah kelas. Di sana udah disediain meja kayak meja rapat gitu dan ada satu kursi yang biasa ditempatin sama pemimpin rapat. Terus kita dikasi 5 pilihan amplop dan harus milih 1. Setelah milih, aku bacain isinya. Sejenis artikel berita gitu. Kita disuruh nyimpulin masalah apa yang ada dan cari solusinya. Diskusinya juga harus keras-keras gitu. Masalah yang kita dapet itu tentang sampah yang melimpah dan kehidupan pemulung di sekitarnya dengan tingkat ekonomi rendah. Setelah selesai diskusi, kita presentasiin hasilnya dan sesi tanya jawab. Setelah itu, kita dikasi 1 set kartu bridge dan isolasi kecil. Kita disuruh bikin alat yang bisa dijadikan sebagai solusi dari permasalahan tadi. Blank. Enggak tau mau buat apa. Kita saling tatap-tatapan sebentar. Terus akhirnya aku memutuskan. Kita bikin tempat sampah organik dan anorganik. Ada yang bikin pohon juga. Aku bikin yang organik. Nah, tempat sampah organiknya ini beda dari yang lain. Di mana kalau ada sampah yang baru dibuang, di dalam tong sampahnya itu ada kayak pemotong kertas yang sensitif gitu. Begitu ada sampah, langsung dihancurin jadi kecil-kecil dan dikeluarin ke tanah untuk mempercepat proses pelapukan dan menjadi pupuk kompos. Sama kayak yang sebelumnya, begitu selesai, kita presentasi dan tanya jawab lagi. Oh iya, semua tahapan ada waktunya. Begitu waktu habis, presentasi. Begitu seterusnya. Setelah keluar ruangan, acara bebas. Kita boleh ngapain aja.

Serangkaian seleksi chapter selesai. Tinggal nunggu seleksi nasional. Satu minggu setelah seleksi tahap ketiga, diumumkanlah yang lolos untuk ikut seleksi nasional. Ada 16 orang yang lolos untuk Chapter Denpasar wilayah Bali dan salah satunya adalah aku. Selanjutnya adalah seleksi berkas nasional. Enggak perlu kemana-mana ataupun ngisi apa-apa. Yang diseleksi adalah berkas formulir dan semua berkas yang kita kumpul di seleksi tahap 2. Nunggu pengumumannya lama. Lama. Lama. Tapi akhirnya pasti diumumin sih.

Hasil seleksi tahap nasional pun diumumkan dan inilah hasilnya...
Ya, 0012 ada. Seneng banget. Nah, setelah tahap ini adalah seleksi internasional. Kita dikasi link untuk ngisi formulir di website AFS untuk semua peserta, entah itu yang milih AFS, AFS Short Program, ataupun YES, semua harus ngisi formulir ini. Formulirnya banyak banget dan pakai bahasa Inggris. Aku ngisinya nyicil. Terus di sini juga ada tentang kesehatan gitu, di mana kita diwajibkan untuk tes Mantoux. Aku sih nganggapnya waktunya masih lama. 1 bulan gitu dikasinya. Tapi... 1 MINGGU TERAKHIR KEPANIKAN DIMULAI. Aku belum tes Mantoux, belum nyelesaiin form, belum ini, belum itu, panik, stress. Akhirnya, minggu itu aku sering keluar sekolah. Awalnya untuk tes mantoux, aku cuma permisi aja karena tesnya di rumah sakit deket. Tapi, setelah permisi, ternyata di sana mantoux nya habis. Di BaliMed juga habis. Enggak tau harus nyari kemana. Aksi menelpon rumah sakit pun dimulai. Aku nelfon ke 108 untuk minta semua nomor telepon rumah sakit di Denpasar dan nomor telepon Prodia. Setelah aku tanya satu-satu, semuanya belum ngasi kepastian. Pada nyuruh nelfon lagi besoknya, hari Senin. Padahal waktu itu kondisinya hari Kamis harus sudah sampai berkasnya di Jakarta :) Kurang panik apalagi coba? Akhirnya, Senin aku memutuskan untuk izin dari sekolah. Pagi-pagi langsung berangkat ke Denpasar sama papi. Rencananya bakal ke RS Sanglah. Tapi di tengah perjalanan, papi menemukan billboard RS Kasih Ibu Saba, Gianyar. Jadi enggak perlu ke Denpasar. Kita ke sana deh. Rumah sakitnya baru. Bagus banget, sepi, bersih, modern, kayak hotel, wkwk. Oh iya, pas nemu billboard-nya, papi udah sempet nelfon dan ternyata ada. Begitu sampai, aku langsung registrasi. Ternyata, dokternya baru dateng jam 11. Sekitar 1,5 jam lagi. Akhirnya aku sama papi nunggu di rumah nenek yang deket banget dari sana. Jam 11 kita ditelepon dan berangkat deh. Deg-degan karena ini pertama kalinya aku disuntik setelah hampir 17 tahun enggak pernah disuntik. Jarumnya kecil banget. dibilangnya sih kayak digigit semut. Pas disuntik, sakit T.T Aku lemah T.T Kemudian bagian yang disuntik itu dilingkarin pakai spidol hitam dan enggak boleh hilang. Muncul kayak bentol gitu, tapi lama-lama hilang. Hasilnya baru keluar lagi 2 hari. Menunggu. Hasilnya aku yang bawa sih, cuma suratnya harus ke sana lagi. Deg-degan. Takut tiba-tiba bentolnya jadi gede. Tapi untungnya enggak muncul.

Setelah semua surat lengkap, aku kirim berkasnya pakai pos kilat yang sampai sehari. Setiap jam aku nge-track paketku yang dikirim ke kantor pusat Jakarta sama chapter Denpasar. Besoknya, bener aja udah sampai. Yey. Plong deh. Terus diumumin lagi... ntahlah. Pengumuman selanjutnya itu yang bakal jadi perwakilan Chapter Denpasar untuk seleksi YES di nasional. Yang aku tunggu-tunggu, yang aku cari, yang aku impikan. YES. Semoga berhasil.

Sebelum pengumuman, ada family gathering dulu. Jadi hari Sabtu kita diundang untuk kumpul, penjelasan, dan tanya jawab. Waktu itu juga disampaikan kalau home visit diadakan mulai minggu depan, tinggal atur jadwal aja. Aku, Cinlung, dan Bagus ngejadwalin hari Minggu. Walaupun ada beberapa kendala, akhirnya jadi juga. Pas home visit, sama aja kayak wawancara. Cuma bedanya ini sama keluarga. Ngobrol-ngobrol gitu. Aku juga berkesempatan nunjukkin prestasi sama buku yang udah aku terbitin waktu itu. Semoga aja berjalan lancar.

Berbulan-bulan rasanya nunggu, tapi pengumumannya enggak datang-datang. Tanggal 3 November 2016 malam, aku begadang nyiapin speech untuk lomba di sekolah. Sampai jam 2, belum juga selesai. Aku ngecek HP. Ada notification di grup. Kak Sangga bilang kalau e-mail bagi perwakilan YES sudah dikirim. Aku langsung cepet-cepet buka email dan............... no new message. Aku refresh terus, aku buka lewat browser lain, aku buka lewat HP, hasilnya sama. I couldn't believe it. Hancurlah pertahananku, rapuhlah jiwaku, dan pupuslah harapanku. Enggak tau harus gimana lagi, udah ngecewain banyak pihak. Alhasil, nangis pada dini hari, sendiri. Aku langsung nge-LINE Ce Fanny. Untungnya di Amerika masih pagi. Just to tell her that I'm failed. Mau ditelpon, but I can't. Nangis gak berhenti udah kayak sinetron. Sekitar jam 3an aku tidur dan bangun lagi jam 6 untuk sekolah. Sedih banget, gak semangat. Lomba jelek. Jurinya sih yang jelek. Haha.

Back to present. Semua kandidat yang bakal berangkat YES sudah diumumin. Aku masuk di program AFS tapi belum penempatan, masih nunggu pengumuman lebih lanjut. Seleksi ini mengajarkanku banyak hal. Mengenalkanku dengan tingginya saat berada di langit dan sakitnya ketika pada akhirnya harus jatuh ke tanah. Entah bagaimana ke depannya, semoga apapun yang akan aku dapatkan adalah yang terbaik untukku dan orang-orang di sekitarku.

Yah, sedih lagi.
-------------------------------------------------------------------------
BTW, walaupun pernah dikecewakan, aku tetep mendukung program ini dan untuk itu, ada kabar gembira untuk anak-anak kelas X di tahun pelajaran 2016/2017, nih. Bukan untuk kelas X aja sih, tapi semua yang memenuhi kriteria.
PENDAFTARAN SELEKSI PERTUKARAN PELAJAR AFS/YES AKAN SEGERA DIBUKA! Yayyyy *fake happiness banget ya* *canda...*

Untuk informasi lebih lanjut, bisa liat social media Yayasan Bina Antarbudaya di masing-masing chapter atau melalui website-nya langsung ya. Social medianya apa? GOOGLE IT.

UPDATES!
Di awal bulan Mei ini aku menerima sepucuk surat dari Bina Antarbudaya dengan perihal; Seleksi Year Program 2017-2018. Ya.. Isinya sih unpredictable. Aku kira placement untuk program AFS, ternyata bukan. Setelah basa-basi di pembukaan aku beralih ke isinya. Kalimat inti dari surat ini dicetak tebal berbunyi, "adik tidak bisa berangkat untuk AFS Year Program karena tidak mendapatkan placement," 

Awalnya aku kira lukaku sudah mengering. Namun ternyata, belum sepenuhnya dan surat ini mengelupas kembali bagian yang mulai mengering tersebut secara paksa.

the end.

2 comments:

  1. Artikel yang sangat seru. Tidak semua orang mendapatkan pengalaman seperti ini ya.

    Permisi numpang lapak memberi alternative bagi pembaca lain yang ingin meraih beasiswa atau meniti karir di luar negeri :)

    Punya IPK 3.0, lulusan S-1 & dibawah 35 tahun? Kami menjamin anda untuk memperoleh IELTS 7.5 & mendapatkan beasiswa 100% diluar negeri. 3000+ alumni sejak 1996, kuliah di 4 benua. Untuk tes institusional IELTS gratis & info beasiswa: 0813 1663 4102

    ReplyDelete
  2. Kak mau nanya, kalo afs itu emang cuman khusus buat anak kelas 10 ya?? Makasih kakk

    ReplyDelete