Thursday, July 13, 2017

In a (love-hate) Relationship with Publisher; 4,5 years and still counting

Hello, I'm back.
Kenapa cepat? Karena alasannya masih sama, aku mau nulis tentang OSN. Maunya setelah post tentang NSDC. Tapi kalau berurutan lomba-lomba terus, kayaknya bosen ya. Jadi sekarang mau ngisi pakai pengalaman selain lomba. 

Semoga aja postingan kali ini enggak panjang. Semoga.

***

Kalian tau majalah sekolah, kan? Biasanya sih zaman sekarang di sekolah manapun sudah ada majalahnya. Aku mulai kenal sama majalah sekolah itu sejak kelas 7 karena kebetulan saat itu sekolahku--SMP Negeri 2 Amlapura--baru akan merilis majalah sekolah edisi pertama. Waktu itu sih aku cuma diminta nulis cerpen sama rubrik Girls' Corner. Awalnya aku kira jadi anggota redaksi majalah cuma nulis beberapa halaman dan selesai. Gampang banget. Tapi ternyata enggak sesederhana itu.

Aku mulai jadi redaksi majalah inti waktu kelas 8. Bukan sebagai ketua ataupun jabatan tinggi lainnya, aku ditempatin sebagai artistik/layout designer/whatever you call it. Intinya aku jadi yang bikin desain majalah dari cover depan sampai belakang. Aku enggak tau kenapa bisa dipilih jadi itu dan aku enggak tau gimana cara bikin majalah. Ketua redaksi sebelumnya sempat ngasi tau beberapa hal, seperti bikinnya di Microsoft Publisher. Itu aja sih seingatku yang dikasi tau. Aku sama sekali belum pernah makai Microsoft Publisher. Jadinya aku belajar dulu makai, nyoba-nyoba. 

Setelah semua artikel dan konten majalah terkumpul, barulah designer mulai kerja. Waktu itu, aku enggak sendiri. Ada Kak Rianti dan Kak Nastiti yang juga jadi layout designer. Tapi aku akuin, pembagian kerjanya kurang rata, persepsinya enggak sama. Jadi majalahnya terkesan tidak
proporsional karena ada beberapa komponen yang beda antara halaman satu dengan halaman lainnya. Semoga ngerti, ya hehe. 

Singkat aja, setelah majalah edisi 2 terbit, aku terus dipercaya untuk jadi layout designer sampai edisi ke-4. Kedengarannya sih masih sedikit, ya. Tapi itu berat. Satu majalah isinya sekitar 60 halaman dan setiap halaman itu full color. Nyari inspirasi itu nguras pikiran banget. Kadang stuck, kadang bosan, kadang semangat. Setelah lulus SMP, aku kira bakal bebas. Ternyata di SMA aku diminta lagi untuk jadi layout designer untuk majalah SABDA edisi 22 dan 23. Biasanya dari tahun ke tahun sih satu orang cuma sekali aja jadi layout designer. Tapi aku kebagian dua kali dalam dua tahun berturut-turut. Bisa dipastikan design-nya enggak jauh beda. Sampai sekarang, Juli 2017, SABDA edisi 23 belum naik cetak karena design-nya belum jadi. Biasanya di akhir tahun ajaran majalah belum dibagikan. Tapi tahun ini sampai mulai tahun ajaran baru, majalah belum dicetak. Alasannya? Aku sibuk OSK, lanjut OSP, lanjut OSN, lanjut malas. Doakan aja biar tuntas sebelum ijazah kakak kelas selesai.

Oke, ceritanya segitu aja. To be honest, aku ngerasa isinya nggak jelas karena cuma nyeritain sekilas dan sepertinya kurang terstruktur. Tapi demi menghasilkan entri yang pendek, enggak apa-apa deh. Di entri selanjutnya--tentang OSN--akan jadi entri yang cukup panjang, sepertinya. Ditunggu aja.

Kalau sekarang sih zamannya 'No pict = hoax'. Jadi sebagai bentuk antisipasi, aku kasi beberapa foto halaman majalah yang aku bikin. Enggak semuanya karena bakal banyak banget jadinya. Sekali lagi, aku bener-bener pemula, enggak tau gimana cara bikin majalah yang sebenarnya, cuma ngeliat yang ada di tahun-tahun sebelumnya, terus buat deh sesuai seleraku.



Cover pertama sampai (hampir)terakhir. (Majalah ELING: SMP Majalah SABDA: SMA)
Itu adalah 5 dari 6 cover majalah yang aku buat. Yang terakhir--untuk saat ini--masih on progress T.T. Memang enggak terlalu banyak ada perubahan, sih. Mungkin itu ciri khasku, hehehe.

Cuplikan isi Majalah ELING edisi 2 (Karya pertamakuu)
Ini sih enggak ngerti lagi cara bacanya gimana. Background-nya disturbing banget. Sebenernya ini kesalahan sih soalnya waktu itu aku udah ngirim perbaikan ke percetakannya tapi malah desain yang salah dipakai. But seriously, ini bagus banget pada masanya.



Font alay tapi sisanya lumayan bagus menurutku. Untuk profil OSN (OSK)-nya, hmm.. tidak konsisten. Background berubah-ubah, ada beberapa yang gak bisa dibaca, typo tahun lahir, foto dilebarin, dipendekkin, enggak proporsional, hahaha.


Ketidakkonsistenan lainnya. LIne spacing beda, ukuran tulisan beda

Ya, narsis aja sekali-sekali hehe


Cover belakang yang alay sebagai penutup

Ya kira-kira itu tadi beberapa desain di majalah pertama aku. Sekarang lanjut ke majalah kedua, Majalah ELING edisi 3. Kalau yang sebelumnya aku bikin bertiga--tapi proporsi kerjanya kurang adil dan banyakan aku--kali ini aku bener-bener bikin sendiri dari halaman pertama sampai terakhir.


Cover Majalah ELING Edisi 3

Sudah lumayan rapi
Hampir norak

Di majalah kali ini, aku sudah 'mulai sadar' kalau majalah itu gak perlu terlalu heboh, yang penting eye catching dan mudah dibaca. Ya, walaupun kadang-kadang masih sering kumat, hehe

Tidak terkendali

Background-nya sudah mulai senada walaupun masih agak norak--menurutku

Entah kenapa, suka aja sama yang ini
Sepertinya ini desain yang sampai sekarang masih aku pakai

Untuk edisi kali ini, cover belakangnya sudah jauh lebih baik dari edisi sebelumnya and until now, I still like it


Majalah ELING edisi 4 itu bagaikan 'tugas akhir'ku di SMP. Waktu itu aku sudah kelas IX dan masih sibuk ujian ini itu--sepertinya, sedangkan majalah sudah dikejar deadline. Aku belum nyelesaiin semua desainnya. Percetakannya bilang, mereka menyanggupi dan mau bantu untuk bikin desainnya. Aku nolak dan bilang kalau aku bisa. Akhirnya aku nyempetin diri untuk bikin desainnya semua. Sent. Lega sekali rasanya sudah selesai. Eh tapi waktu majalahnya datang, isinya bukan desainku. Semua desain yang sudah aku buat raib dan digantikan oleh desain yang dibuat sama percetakannya. Cuma sisa desain cover dan itupun sudah diganti juga beberapa. Aku bener-bener kesel. Udah nyempet-nyempetin buat di tengah-tengah ujian, eh malah diganti.

Hanya cover yang tersisa dan itupun tidak murni buatanku. Highlight-nya diganti and of course I don't like it.



Setelah majalah terakhir, aku kira tugasku selesai. Ternyata enggak lama setelah itu, aku diminta untuk bikin desain buletin sekolah. Aku enggak tau buletinnya mau dipakai apa, tapi aku buat-buat aja pakai desain yang tidak dianggap sebelumnya :')

***
Ya, begitulah kira-kira ceritaku waktu SMP. Now, moving on to my SHS life. Kalau waktu SMP aku enggak terlalu peduli, di SMA ini aku lebih berhati-hati dalam bikin desain. Semua harus seragam dan proporsional. Enggak mau lagi ngulang kealayan dan kenorakan di SMP. Pokoknya SMA harus elegan dan bagus. Ekspektasinya sih gitu.. Realitanya? To be honest, aku cukup puas dengan hasilnya. Tapi tetep aja ada kesalahan yang cukup fatal. Apa itu? Cari tau sendiri :) Selain itu, majalah kali ini gigantisme. Ukuran tulisannya besar besar banget padahal aku pakai 12pt. Mungkin pengaruh font--Cambria--yang udah besar dari sananya. Enggak apa-apalah, yang menderita hipermetropi jadi mudah kalau mau baca, hehehe.

Nila setitik, rusak susu sebelangga
Aku memutuskan untuk memutihkan tiap halaman lol

Profil OSN(OSK) yang menurutku bagus

Dari semuanya yang ada di majalah ini, aku paling suka halaman ini
Ketika space masih banyak sedangkan artikel cuma sehalaman

Story by me, design by me, inspired by me, read by me lol


he he he

Ya udah deh, itu aja. Intinya, saat ini aku lagi ngerjain SABDA edisi 23 dan deadline-nya lagi 2 hari :):):)

Selain majalah, aku juga sering diajak ikut lomba koran dinding. Sudah pernah ikut di dua events sih; yang diadain sama Pers Mahasiswa Akademika UNUD dan HMJ Farmasi UNUD. Selama dua kali ikut, aku tetep jadi layout designer, merangkap sebagai tukang install printer di setiap laptop (karena lombanya bawa laptop dan printer sendiri), tukang suntik tinta printer, tukang benerin printer kalau tiba-tiba berulah. Lumayan, improving skill. Maybe I will write about it because it was very full of surprises.
Karya untuk final lomba kording Persma Akademika
Itu satu dari tiga kording yang aku turut andil di dalamnya. Mayan lahhh..

Selain lomba kording, baru-baru ini Persma Akademika juga ngadain lomba mini newspaper and we were in, hehee. Pertama kali bikin ginian dan susah banget ngebagi kertas A3 (420 x 297 mm) biar cukup untuk 4 artikel dan 1 boks redaksi dengan proporsi yang sesuai sama bobot nilainya.
Juara 1 hehe


Finally you reach the end of this post. Thank you for reading and see you later ;)

Eh gak jadi deh. Tambahan lagi sedikit



Jadi, aku enggak tau apa istilah yang tepat untuk pekerjaan yang aku lakukan. Kalau designer, sepertinya bukan soalnya aku enggak ngedesain sendiri. Aku cuma pakai gambar-gambar yang sudah ada dan aku susun sedemikian rupa biar jadi majalah. Semua yang sudah aku buat ini memang jauh dari kata sempurna, tapi aku cukup senang karena aku bisa melakukan sesuatu dari 0 sampai sejauh ini.

***

UPDATES
Rabu, 9 Agustus 2017. Akhirnya SABDA XXIII sudah terduduk rapi di dalam ruang OSIS. Selesai sudah tugasku, eh belum deh, masih ada urusan distribusi sama keuangan, hehe.

Pagi tadi aku sama Yuni berangkat ke Bandara Ngurah Rai untuk ngambil majalahnya di Kargo Garuda Indonesia *majalah aja naik Garuda Indonesia, wkwk*. Kita berangkat jam 9 pagi. Begitu sampai, kita langsung ke bagian Kargo Garuda Indonesia. Setelah bayar charge semalam, kita nunggu barangnya dikeluarin sambil berharap agar barangnya kecil-kecil--yaa, yang penting muat lah di mobil--berhubung mobil yang kita bawa adalah mobil sekolah (APV). Setelah menunggu, dipanggilah nama kita dan ternyata.... besar-besar. 8 koli dengan total massa 396 kg. Semua barang langsung dianter ke mobil dan dinaikkin sama porter-nya. 5 di belakang, 3 di tengah. Jadi aku duduknya hadap samping kanan. Cuma takut satu aja sih, ban tiba-tiba pecah atau velg patah. Tapi untungnya kita sampai di sekolah dengan selamat dan sempat mampir makan dulu, oke itu enggak penting. Sampai di sekolah, ada beberapa orang OSIS cowok. Langsung deh kita minta mereka untuk nurunin semua dan masukkin ke ruang OSIS.

Pekerjaan untuk hari ini selesai tapi untuk ke depannya belum. Agenda untuk besok adalah membungkus majalah dan distribusi sebisanya. Setelah pendistribusian selesai, langsung deh membagikan honor penulis, honor pengurus inti, dan....... selesai.

2 comments:

  1. gambar yg udah ada disusun sedemikian rupa??? it was called GAMBAR SUSUNER ,wkwkw

    ReplyDelete
  2. I've browsed "GAMBAR SUSUNER" but I found nothing by the way.

    ReplyDelete