Saturday, August 5, 2017

Kebumian?

Warning! Ini bukan cerita yang menginspirasi, cuma sedikit pengalaman yang mungkin bisa bikin kesel waktu bacanya

Aku bukan anak olimpiade. Berpartisipasi jarang, tau info-info juga jarang. Tujuan awal ikut OSK? Simple aja. Aku pingin masuk majalah sekolah. Di sekolahku, anak-anak yang dapat juara waktu OSK bakal masuk majalah dan ada rubrik khususnya gitu. Selama ini aku cuma nyari info, nyari foto, dan masukkin ke majalah. Tapi tahun depan, aku pingin jadi salah satu orang yang ada di rubrik itu.

Perjalananku selama OSK - OSN bisa dibilang penuh keajaiban. Yaudah, daripada berlama-lama, langsung saja. Welcome to my magically lucky journey


Sejak awal sampai pertengahan tahun 2017 ini, aku sudah "memecahkan" 3 siklus yang terus berulang selama beberapa tahun terakhir. Aku tau itu cuma hal yang biasa. Tapi bagi aku, itu luar biasa. Awalnya aku mikir kalau aku bukan apa-apa. Namun setelah untaian kalimat itu dilontarkan, aku merasa aku ada. 
Yang pertama aku dengar di bulan April, kemudian Mei, dan Juni.
"Setelah kurang lebih 5 tahun absen, akhirnya kita kembali mendapatkan juara di lomba debat bahasa Inggris."
"Setelah bertahun-tahun tidak mendapatkan juara, tahun ini kita berhasil meraih juara 3 dalam olimpiade kebumian di Undiksha."
"Tahun ini kita kembali berhasil meloloskan 1 orang ke ajang OSN. Terakhir kali kita meloloskan sekitar 3 atau 4 tahun lalu."
Kurang lebih begitu. Kata-kata tersebut disampaikan di hadapan warga sekolah. Mungkin bagi kalian, hal tersebut bukanlah hal yang istimewa. Tapi bagiku, itu lebih dari indah.


KEBUMIAN?
Dulu waktu aku SMP, aku sering minjem majalah Sabda punya Ce Fanny. Di sana aku liat ada profil OSK. Bidang-bidangnya ya nggak jauh beda dari mata pelajaran yang ada di sekolah; Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, dll. Kemudian aku lihat ada bidang Kebumian yang asing bagiku. Ya memang sih ada Astronomi yang di luar mata pelajaran sekolah juga. Tapi aku udah bisa ngebayangin Astronomi itu seperti apa. Untuk Kebumian aku bener-bener enggak tau apa yang dipelajari karena bidang Geografi juga ada. Yang jelas sih nggak mungkin sama dengan Geografi karena kalau sama, kenapa dibedain?

Di sekolahku enggak ada yang namanya club seperti di sekolah lain. Untuk milih calon peserta OSK, di akhir tahun nanti akan ada pembinaan khusus per bidangnya. Karena di sekolahku kelasnya diurutkan berdasarkan ranking, jadi cuma anak-anak IPA 1 yang diminta memilih bidang yang ingin mereka ikuti. Kelas lain juga enggak menutup kemungkinan untuk ikut pembinaan. Boleh saja, tapi biasanya jarang ada yang mau. Waktu itu kita dikasi kertas absen dan diminta untuk nulis bidang yang mau diikuti. Aku bingung waktu itu. Pingin Biologi atau Kimia. Tapi bidang-bidang itu kayak sudah ada 'penunggu'nya. Master-master-nya sudah ada di setiap mata pelajaran Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, Ekonomi dan sisa Kebumian, Komputer, Geografi, sama Astronomi aja. Dari majalah Sabda, aku lihat kalau rata-rata yang Kebumian sering dapat juara 1. Anggapanku awalnya, "Ah, pasti Kebumian gampang. Cuma gitu-gitu aja. Pilih itu aja," lol. Akhirnya aku tulis 'Kebumian' di sebelah kolom namaku.


MOSI DAN HILANG.
Setelah menentukan pilihan, kegiatan pembinaan atau yang disebut mosi segera dimulai. Mosi Ekonomi mulai paling awal dan sesuai jadwal. Aku enggak tau kapan mulai pembinaan. Pembinanya pun enggak tau. Waktu itu di kelasku ada empat orang--termasuk aku--yang ikut Kebumian dan kami berempat sama-sama enggak tau info tentang mosi. Sampai pada akhirnya, suatu hari seorang guru manggil kita berempat dan ngasi tau kalau kita ditunggu sama Pembina Kebumian di bawah. Kita langsung turun dan saat itu aku ketemu sama Bu Sosiawati untuk pertama kalinya. Waktu itu cuma briefing aja dan ngasi tau kalau pembinaannya setiap hari Kamis. Believe it or not, aku males sekali pembinaan. Bener-bener males dan selalu nyari alasan untuk enggak ikut. Padahal belum tau Kebumian itu seperti apa. 

Pembinaan/mosi pertama cuma kelas X aja yang dateng. Bu Sos nampilin powerpoint yang isinya materi tentang batuan gitu. Aku bener-bener nggak ngerti dan nggak tau sama sekali tentang materi yang dikasi sedangkan temenku, Adinda, dia ngerti dan jawab setiap pertanyaan Bu Sos. Ya, waktu SMP dia ikut OSK IPS dan juara 1, sepertinya. Jadi dia lebih punya dasar dibandingkan aku dan temenku yang lainnya. Aku inget banget waktu itu bahas tentang Lapisan SiMa dan SiAl, batuan intrusif-ekstrusif, dll. Ternyata bukan cuma aku aja yang enggak niat. Temen-temen yang lain juga sama. Maka dari itu, setelah satu jam berlalu, kita izin untuk pulang karena mau ada kegiatan. Kegiatan nonton pertandingan voli. Tapi waktu itu kita enggak bilang alasannya. Benar-benar murid durhaka lol.

Baru sekali pembinaan aja udah males-malesan. Aku kira mosi selanjutnya bakal berjalan lancar. Tapi kenyataannya tidak. Adinda sama Artini bolos di mosi kedua dengan alasan bikin tugas kelompok. Aku dan Nita awalnya mau ikut bolos juga. Tapi kita takut. Maklum, masih kelas 10 banyak takutnya. Mosi sudah mulai tapi aku dan Nita masih bingung; ikut atau enggak. Akhirnya kita memutuskan untuk dateng mosi. Di sana kelas 11-nya ramai sekali. Mosi sudah mulai sekitar 30 menit. Agenda saat itu membahas soal yang ditampilin di layar proyektor dan sudah isi jawaban. Jadi kita semua cuma baca soal bersama dan jawab bersama sesuai pilihan yang sudah diwarnai merah alias jawabannya. Entah apa faedahnya. Di tengah-tengah membaca soal bersama, Bu Sos tiba-tiba nyuruh semuanya untuk ngafalin tingkat kekerasan mineral berdasarkan Skala Mohs. Aku bahkan enggak tau mineral itu apa. Mineral temennya vitamin bukan sih?


Setelah nanya ke kakak kelas, aku dikasi kertas materi tentang mineral yang memuat Skala Mohs. Aku langsung baca, ngafalin, dan ditunjuk pertama :') Tapi untungnya aku bisa menyampaikan dengan lancar walaupun ada hambatan sedikit. Mosi hari itu pun berakhir setelah beberapa orang diminta untuk menyampaikan Skala Mohs.

Mosi ketiga dan seterusnya aku enggak tau ngebahas apa karena aku dan ketiga temanku menghilang secara perlahan dari Kebumian. Kita enggak pernah datang, selalu menghindar dari pembina maupun kakak kelas, pura-pura nggak tau kalau ditanya tentang mosi. Tidak patut dicontoh. Tolong jangan dicontoh :'')

Hari demi hari berlalu, tiba-tiba sudah awal tahun 2016. Bukan awal, sih. Sekitar Februari akhir. Aku kembali bertemu dengan Bu Sos di lapangan setelah kumpul pagi. Mau kabur, udah dipanggil. Jadi dengan pasrah aku mendatangi Bu Sos. "Feonie, OSK kemarin cuma kelas 11 yang dikirim. Kelas 10-nya enggak pernah datang pembinaan. Nanti lomba di Undiksha kelas 10-nya ibu kirim, ya," Aku kaget. Eh enggak sih biasa aja. Tanpa ada info apa-apa, eh tiba-tiba OSK udah lewat, ya. Aku enggak tau sama sekali. Setelah semua aksi kabur yang aku lakukan sebelumnya, kok ada setitik rasa kecewa ya karena enggak ikut OSK tahun 2016. Setitik aja, ya. Cuma setitik. Setelah itu hilang deh rasa kecewanya, lol. Enggak, deh. Enggak segampang itu. Awalnya kecewa dan mikir, kok aku enggak dikirim. Tapi untungnya langsung sadar diri. Pembinaan aja gak pernah, gimana mau dikirim.


GEOSPHERE COMPETITION VII.
Seperti yang dibilang Bu Sos sebelumnya, kelas 10 akan ditugaskan untuk ikut lomba Kebumian yang diadakan sama Undiksha. Lombanya sekitar awal Maret dan untuk tahap pertama adalah penyisihan tingkat rayon. Untuk Kabupaten Karangasem seleksinya diadakan di sekolahku pada hari Minggu. Aku lupa tanggalnya, tapi intinya hari Minggu. Silabus lomba sudah dibagikan dari jauh-jauh hari oleh Bu Sos. Untuk kali ini, aku bertekad. Aku harus bisa dan serius. Etapi bohong. Beberapa hari menjelang lomba, diadakan pembinaan mendadak gitu di sekolah. Kedua pembina Kebumian ada. Bu Sosiawati (Guru Geografi) dan Bu Suati (Guru Fisika). Peserta yang dikirim lumayan banyak. Jadi waktu pembinaan juga ramai. Bukan cuma Kebumian, Geografi juga ada. Bu Sos ngasi kita--peserta Kebumian--soal lomba tahun lalu. Oh iya, nama lombanya Geosphere Competition di mana pada tahun 2016 itu berlangsung yang ke-7. Sebagian besar soalnya itu materi Astronomi dan aku sama sekali enggak ngerti. Jangankan Astronomi, materi Geologinya aja aku sudah bener-bener lupa (ya karena gak pernah bener-bener baca, sih). Daripada kebingungan baca soal, waktu itu aku memutuskan untuk nyari-nyari buku dulu. Kebetulan pembinaannya di perpustakaan. Akhirnya bertemulah aku dengan buku iniiiii.. Buku wajib (menurutku) bagi anak Kebumian yang masih awam banget sama materi Kebumian.
Pegangan wajibku
Aku nyari-nyari banget buku itu. Hampir mau beli online. Tapi syukurnya nemu di perpustakaan dan cuma satu. Sekalian review singkat, buku itu isinya cukup lengkap. Untuk lomba sejenis GC, cocok. Untuk OSK, ya oke lah. Untuk OSP, masih oke juga tapi perlu cari referensi tambahan. Materinya disusun sesuai bagiannya--Geologi, Hidrologi, Meteorologi, Astronomi dan Fisika Planet, kalau enggak salah. Setiap akhir materi selalu ada soal dan pembahasan OSK, OSP, dan OSN tahun 2011 ke bawah. Di halaman paling akhir juga ada latihan soal dan kunci jawabannya. Pokoknya highly recommended. Nah, setelah nemu buku ini, aku mulai baca dari halaman 1 sambil nunggu dibolehin pulang, hehe. 

Awalnya aku bertekad untuk serius dalam lomba ini. Tapi ujung-ujungnya sama aja seperti lomba-lomba yang lain. Belajar bukan H-1 lagi. Tapi beberapa jam sebelum lomba. Waktu itu lombanya sekitar jam 1 siang. Aku dari pagi sampai detik-detik terakhir ngebut nyari materi yang belum sempet aku baca sama sekali. Waktu berlalu sangat cepat. Tiba-tiba sudah jam 1. Aku langsung berangkat ke sekolah. Eh ternyata masih sepi. Terus aku registrasi dan masuk ke ruangan. Hal pertama yang aku lakukan adalah.... menghitung jumlah peserta dan peluang lolos. Kebumian ada sekitar 13 orang dan yang dicari cuma 5 orang. Awalnya sih cukup percaya diri. Tapi setelah ngerjain soal, nggak berharap banyak deh. Entah keajaiban atau gimana, materi yang aku cari di detik-detik terakhir itu banyak yang keluar. Bener-bener membantu aku jawab soal. Enggak kebayang deh kalau pagi itu aku enggak nyari materi lagi. Aku sudah selesai ngerjain soal yang aku bisa dan waktunya masih ada. Sambil nunggu, aku menghitung jumlah nilai yang aku dapat. Kira-kira aja sih. Cuma berharap semoga enggak minus.  Enggak lama setelah itu, waktu habis. Jawaban dikumpul, soal dibawa pulang, foto bersama, dan tanpa ba bi bu aku langsung pulang. Enggak mau bahas soal sama yang lain, enggak mau nginget-nginget lagi. Lupakan untuk sejenak. 

Seminggu kemudian, aku iseng-iseng ngecek fanspage Geosphere Competition VII di Facebook. Ternyata pengumumannya sudah ada sejak beberapa menit lalu. Dengan tangan gemetar, aku buka fotonya dan baca satu per satu. Guess what? Namaku ada! Walaupun di peringkat bawah, tapi yang penting aku lolos dan satu-satunya kelas 10 yang lolos. Adinda enggak lolos, entah kenapa. Padahal aku mikirnya dia sudah pasti lolos.
Aku diurutan keempat! :D
Tahap selanjutnya adalah semi final di Undiksha. Ada tujuh orang dari sekolahku yang lolos dan semua kelas 11, kecuali aku dan Dek Win (Peringkat 1 Geografi). Enggak ada yang spesial dari babak semi final karena aku enggak masuk 10 besar. Cuma 1 dari 7 perwakilan Smanda yang lolos, yaitu Kak Soe di Geografi. 

-----
Jadi... itulah kisah awalku kenal sama Kebumian. Perkenalan yang tidak mengesankan dan nyaris mengenaskan :D Tapi ceritanya tidak sampai di sini saja. Perjalananku di dunia baru ini masih sangat panjang. Sampai jumpa di kisah selanjutnya di mana keajaiban dan keberuntungan itu nyata.

1 comment:

  1. Bimbingan belajar dengan guru privat terbaik di Medan! Klik Ruangles Medan

    ReplyDelete