Sabtu, 31 Maret 2018

OSN 2017; We are almost there!

Welcome back, everyone!
Kali ini aku mau ngelanjutin ceritaku dengan Kebumian. Sebenernya ini bagian ketiga tapi judulnya aku bedain karena... yes it is. This is a life-changing story for me. Before moving on to my story, you can read the first and second part by clicking here and here. Now, enjoy!

----------------------------------------

Days after OSP
Setelah OSP, aku menjalani hari seperti biasa. Lebih mempersiapkan untuk UAS, sih karena UAS akan dilaksanakan di minggu terakhir bulan Mei. Berhubung OSP sudah selesai, aku pun merasa kalau tugasku sudah selesai. See, I expect nothing. Cuma berharap bisa juara OSK aja, hehehe. Walaupun enggak berharap untuk lolos ke OSN, aku tetep penasaran sama pengumumannya. Sambil nunggu pengumuman resmi, aku nebak-nebak siapa aja yang bakal lolos ke OSN. Tebakanku sih semua bakal lolos ke OSN. Tapi, yang bener-bener aku yakin itu Karuni (Biologi) sama Yuni (Ekonomi).Sampai UAS dimulai, belum ada tanda-tanda pengumuman OSP. Aku enggak tau di mana pengumumannya dirilis. Mau nanya juga nggak tau harus nanya ke siapa. 

Satu hari di minggu terakhir Mei, aku lagi TST Kimia sama Yuni untuk persiapan UAS besoknya. Aku sempet nanya-nanya ke Pak GT tentang pengumuman OSPnya. Kenapa nanya ke Pak GT? Karena seperti waktu OSK, Pak GT tau pengumumannya duluan tapi enggak bilang-bilang ke kita. Kali ini, Pak GT bilang nggak tau, clueless. Awalnya aku enggak percaya. Tapi kali ini wajahnya meyakinkan banget kalau beliau enggak tau, beda sama waktu pengumuman OSK. Pak GT juga bilang, "Tunggu aja. Denger-denger pengumumannya diundur jadi Juni. Fokus UAS dulu aja."

Setelah TST, aku pulang ke rumah sekitar jam 20.00. Begitu sampai rumah, aku langsung main slime. Enggak ngerti lagi kenapa waktu itu aku suka banget main slime padahal sudah SMA, mana besoknya UAS lagi. Rasanya seperti deja vu. Aku lagi main slime, tiba-tiba HPku bunyi. Berkali-kali. Karena penasaran, aku langsung cuci tangan dan ngeliat HP. Aku kaget. Semua orang pada ngucapin selamat lewat personal chat. Sebelum buka personal chat, aku buka grup kelas yang sudah rame banget. TERNYATA SURAT PEMANGGILAN PESERTA OSN SUDAH DIRILIS DAN NAMAKU ADA DI SANA! Aku bener-bener speechless. I wasn't expecting that for sure. Tangan gemeteran, lidah kelu. Aku buka surat pemanggilan itu dan benar. Namaku ada di sana. Tapi aku enggak liat nama temen-temenku di bidang manapun. Bahkan yang bener-bener aku 'cagerin' bakal lolos, enggak ada. Aku enggak tau harus sedih atau senang. Actually I was sad on that time hehehe.

Setelah itu, aku masih enggak tau harus ngapain. Enggak ada instruksi apapun dari sekolah. Jadi aku cuma mempersiapkan apa yang diminta untuk dibawa. Saking nggak pinginnya ikut, aku bahkan enggak nyari temen-temen dari Bali yang bakal berangkat tanggal 2 Juli 2017 nantinya. Untungnya, suatu hari ada DM masuk di Instagram dari Nindya. Siapa Nindya? Nindya itu adalah anak OSN Bali 2017 pertama yang aku kenal. Waktu itu dia ngeDM, ngajak kenalan, terus ngajak bareng-bareng nantinya pas OSN (Kebumian sama Matematika hotelnya sama). Setelah Nindya, aku enggak ada kenalan sama siapa-siapa lagi. Intinya pingin semua cepat berakhir.


Training Center (Pelatda)
Setelah pengumuman OSN di bulan Mei, aku sempat beberapa kali nanya ke sekolah terkait pembinaan untuk persiapan OSN. Pihak sekolah bilangnya nanti bakal ada instruksi dari provinsi karena sekarang aku udah jadi tanggung jawab provinsi. Terus aku nanya ke pembinaku. Katanya nanti bakal ada karantina di Undiksha. Dulu karantinya sekitar dua minggu. Oh, well.. 

Sekitar awal Juni, Nindya ngabarin aku kalau katanya bakal ada pelatda selama 3 hari. Tapi belum tau kapan dan berapa lama pastinya. Nanya ke sekolah juga belum tau. Akhirnya H-1 bagi rapot aku udah dapet info pasti tentang pelatda. Suratnya juga sudah ada. Jadi, aku bakal ngikutin pelatihan daerah atau di sini disebut training center selama 4 hari, yaitu dari tanggal 12 Juni 2017 - 16 Juni 2017 (kalau enggak salah, ya. Aku udah lupa hehe).

The day has came. Aku datang ke 'Hotel' Wisata Indah sekitar jam 2 siang sih kalau enggak salah. Sampai sana baru ada dua orang aja dan aku sama sekali enggak inget siapa aja orang-orang itu. Bener-bener ignore everything lah waktu itu. Nggak lama kemudian, Nindya dateng. Kita sama-sama enggak ada yang ngomong. Cuma saling senyum aja, hehehe. Terus kita berdua sekamar gitu. Maunya aku nggak nginep di sana tapi di rumah cece yang lagi internship di Denpasar. Tapi apesnya waktu itu tuh dia lagi enggak di Bali. Jadi terpaksa aku nginep di sana :')

Sekitar jam 3, semua dikumpulin di satu ruangan untuk ngukur baju, dilanjutkan dengan pembukaan. Aku duduk sama Nindya di kursi paling depan kanan. Jadi aku enggak bisa ngeliat siapapun dan enggak berniat untuk ngeliat sih hehe. Setelah pembukaan dan lain-lain, kita foto bersama deh.

Foto bersama tim OSN Bali 2017. Belum kenal siapa-siapa, kecuali Nindya

Setelah pembukaan aku kira bakal selesai kegiatannya. Ternyata enggak. Kata bapak di sana, aku lupa siapa namanya, beberapa bidang bakal langsung mulai pembinaan. I hope it wasn't mine, but it was. Jadi waktu itu jam 6 pembinaan pertama dimulai. Nama dosen pembinaku, Pak Ketut Sukarasa, dosen Fisika Universitas Udayana. Pertemuan pertama aku sama Kiki, anak SMAN 4 Denpasar, dikasi lembaran kertas berisi istilah-istilah geologi gitu. Berhubung aku enggak pernah serius belajar dan gak pernah ngambil lagi setelah satu bulan, aku melupakan banyak hal, sedangkan Kiki jawab dengan lancar. Can you feel the pressure over there? Setelah itu diajak membahas dan pembinaan berakhir sekitar jam 7 atau setengah 8 gitu. Setelah itu Kiki pulang dan aku balik ke kamar dan ternyata Nindya ada di sana dan pembinaannya dimulai besok.

Hari-hari selanjutnya sama tapi kita lebih sering ngebahas soal-soal Astronomi. Seneng sih karena soal-soalnya gampang :') iya waktu pembinaan gampang. Waktu lomba, ngambang. Kalau dirinci, hari pertama itu pembukaan. Hari kedua bahas Astronomi. Hari ketiga bahas proyeksi Geologi. Hari keempat rencananya mau kunjungan gitu ke BMKG tapi karena ada miss communication, hari itu free, enggak ada pembinaan. Kunjungan ke BMKG diundur jadi hari kelima. 

It was a fun trip. Aku jadi tau kalau ternyata tiap departemen itu dipisahkan. Di Kantor BMKG Tuban, lantai paling atas itu untuk Meteorologi. Di sana dikasi penjelasan singkat tentang cuaca, rain forming, dan sebagainya. Terus ditunjukkin langkah-langkah penyusunan prakiraan cuaca sampai informasi dirilis ke masyarakat. Di lantai dua adalah departemen Geofisika. Di sana aku sama Kiki ketemu sama Kak Maya, aku lupa sebagai apa tapi intinya dia megang bagian Geofisika. Terus Kak Maya sempet ngejelasin ke kita tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan geofisika mulai dari gelombangnya sampai gempa. Di sana juga ada monitor besar yang terhubung sama satelit yang berfungsi untuk mendeteksi adanya gempa. Waktu itu aku berkesempatan untuk ngeliat gimana sih kalau ada gempa beneran. Susah untuk dijelasin sih hehe. Setelah itu kita ke lantai dasar dan diajak ke taman alat. Di sana ada berbagai macam alat-alat meteorologi. Kita dijelasin satu per satu tentang nama, cara kerja, dan sebagainya. Waktu itu panas banget. Jadi enggak begitu konsentrasi hehe. Setelah dari taman alat, kita pamit untuk kembali ke Hotel Wisata Indah.

Selama pelatda, aku sama Nindya sama sekali enggak pernah kena sinar matahari. Ngeliat pun jarang soalnya di sana itu kayak akses sinar mataharinya sedikit banget. Cuma dari pintu aja. Jendela enggak ada. Sampai akhirnya, di hari keempat itu kita ke luar karena mati listrik. Untuk pertama kalinya kkita kena paparan sinar matahari langsung setelah berhari-hari cuma kena cahaya lampu dan AC aja. Terus mulai dari hari pertama sampai di Hotel Wisata Indah, aku sakit. Awalnya sih cuma pilek ringan aja. Seiring berjalannya waktu, pileknya makin parah. Apalagi setiap hari kegiatannya di ruangan berAC terus. Pembinaan, ruangan berAC. Sisa waktu di hari itu, diem di kamar sampai besoknya lagi, full AC. Terus mandinya pakai air dingin setiap hari. Gimana gak sakit ya hehehe.

Penutupan pelatihan daerah/training center OSN 2017. Setelah penutupan dan mendapat bekal (hehe), kita semua pulang dan akan bertemu lagi tanggal 29 Juni 2017 untuk persiapan akhir dan sembahyang bersama di Dinas Pendidikan Provinsi Bali. See you!

(Bersambung ke bagian 2)

1 komentar:

  1. Bimbingan belajar dengan guru privat terbaik di Surabaya! Klik Ruangles Surabaya

    BalasHapus