Senin, 18 Juni 2018

OSN 2017; A Life-changing Story

29 Juni 2017.
Hari itu pun tiba. Aku sudah menuju ke Denpasar sejak tanggal 28 kemarin dan nginep di rumah (di rumah sendiri namanya nginep atau apa ya..). Kemudian tanggal 29 pagi aku berangkat ke Dinas Pendidikan Provinsi Bali pakai seragam putih abu-abu baru. Iya baru. Baru beli kemarin karena aku lupa bawa baju seragam hehehe. Di sana ramai sekali. Semua tim OSN Bali, mulai dari SD, SMP, sampai SMA datang. Waktu itu aku udah mulai tau nama temen-temen SMA hehe. Sebenernya yang lain itu terkenal-terkenal banget. Aku sering banget denger namanya Jimmy dan Kevin disebut-sebut sama temen-temen di sekolah kalau lagi ngomongin tentang olimpiade, tapi aku enggak tau orangnya. Sekarang akhirnya aku tau. Keren banget gak sih bisa ada di satu tim yang sama dengan orang-orang hebat?

Acara pertama di hari itu adalah sembahyang bersama. Aku nunggu di luar sama Riska. Waktu itu kita belum kenal, sih. Belum pernah ngomong juga. Jadinya nunggu sambil diem-dieman gitu hehehe. Setelah sembahyang, kita semua dikumpulin di suatu ruangan. Terus orang-orang dari dinas mulai ngasi pengarahan-pengarahan yang sebenernya sudah disampaikan waktu pembukaan dan penutupan pelatda. Tapi kali ini ditambah sama informasi-informasi lainnya, seperti sistematika keberangkatan dan lain sebagainya. Setelah itu, seperti biasa kita foto.


Tim OSN Bali SMA (minus Kevin & Akbar) Surprise! Rambut jadi pendek

Setelah pengarahan, kita—tim SMA—diminta untuk menuju suatu ruangan untuk
mendapat pengarahan yang lebih detail dan pembagian baju. Di sana kita dapet baju, print out rencana keberangkatan dan kepulangan, dan pengarahan lebih lanjut. Setelah itu kita semua pulang dan akan bertemu lagi tanggal 2 Juli 2017 di Bandara Ngurah Rai.

2 Juli 2017.
Sekitar jam 4—kalau enggak salah—aku berangkat dari Citraland ke Bandara Ngurah Rai. Jalan sepi karena masih pagi dan tentunya enggak ada macet. Bandara ramai hari itu. Bukan hari itu aja, sih. Setiap hari juga ramai, hehe. Aku bingung di mana pada ngumpul. Terus mami akhirnya nunjuk seseorang dan bilang kalau itu temenku. Aku ngerasa nggak pernah liat orang itu, kan. Tapi mami tetep kekeuh kalau itu temenku. Akhirnya aku ngalah dan nyamperin ke sana. Ternyata bener itu tempat ngumpul temen-temen yang lain and soon I realize that it was Rhamandana. Hmm, ternyata aku belum benar-benar mengenal semua wajah temen-temenku. Setelah kumpul semua, kita dikasi boarding pass satu-satu dan masuk untuk loading baggage. Tapi waktu itu masih ada yang belum datang—Jimmy. Jadi Pak Gung Yana masih nungguin di luar.

A little update, sampai hari keberangkatan aku belum bener-bener sembuh. Setelah pelatda, aku kira bakal sembuh, kan. Ternyata enggak. Bahkan ada beberapa saat di mana aku bener-bener sakit dan lemes. Entah sudah berapa banyak obat yang aku habisin. Semuanya enggak mempan. Jadi mau gak mau aku berangkat ke Pekanbaru bawa beberapa botol obat dan pakai masker ke mana-mana. Sebenernya sih aku enggak suka pakai masker tapi karena keadaan, ya terpaksa. Eh malah ada yang nganggep anti sosial gara-gara pakai masker selama di bandara-_-

Setelah semua lengkap, kita menuju gate dan duduk di sana bareng-bareng. Nggak lama kemudian, kita boarding. Aku duduk sama anak SMP dan guru SMP (mungkin) waktu itu. Yang lain nggak tau deh pada duduk di mana. Sebelum ke Riau, kita transit dulu di Jakarta. Nunggu lumayan lama, terus lanjut lagi ke Pekanbaru. Sampai di Bandara Sultan Karim Kasyim, kita disambut sama pemeritah di sana. Dikasi sejenis selempang gitu. Terus foto bersama dan langsung menuju ke hotel. Kebumian, Matematika, dan Geografi di Hotel Grand Central Pekanbaru. Kita jadi penumpang terakhir yang diantar sama bus yang udah disediakan.

Hotel Grand Central Pekanbaru. 
First impression: Hotel bagus. Bagus banget. Terus kita masuk dan menuju ke tempat registrasi. Lama banget nunggunya. Registrasinya sih cepet. Yang lama itu nunggu pembagian kamarnya. Akhirnya, setelah sekitar satu jam nunggu, aku, Kiki, sama Nindya dapat kamar dan kita enggak sekamar. Aku dapet kamar nomor 618 dan waktu itu teman sekamarku belum datang. Bodohnya, aku enggak ngafalin nama teman sekamarku. Cuma asal liat terus udah gitu aja. Setelah dapat kamar, kita bertiga naik ke lantai 6. Ternyata kamar kita enggak jauh-jauh banget.

Sekitar jam 7 malam, pintu kamarku diketok. Dugaanku sih itu temen sekamarku. Udah deg-degan sih daritadi nunggu temen sekamar. Nebak-nebak temen sekamarku itu siapa dan orangnya kayak gimana. Begitu aku buka pintunya, aku kaget. 

Dia nanya, “Feonie ya?” aku cuma ngangguk dan mempersilahkan masuk. 

Speechless. Cantik banget! Maunya sih tadi nanya, “Kamu peserta OSN atau karantina Putri Indonesia?” Hehehe. 

Terus akhirnya aku ajak ngobrol dia, masih dengan nama yang tidak aku ketahui. Anaknya ramah banget. Baik, cantik pula. Terus aku tanya aja deh namanya. Krisan. Langsung stalk dong instagramnya hehe. Pantes 3Bnya dapet banget. Ternyata Krisan ini adalah Putri Tomohon dan anggota Paskibra Nasional 2017. Kenapa aku dikelilingi orang-orang keren ya :”) Awalnya aku takut. Aku kan orangnya enggak gampang kenal sama orang. Tapi sama Krisan, rasanya nyambung. Cocok aja. Terus ternyata kita punya banyak kesamaan. Yang paling miris adalah sama-sama datang untuk ikut OSN tanpa ilmu yang benar-benar mendalam. Tapi, kita sama-sama saling bantu sih. Sempet ngebahas soal-soal OSP juga. Walaupun udah nyambung, tapi hari-hari awal itu masih tetep tegang. Efek mau ngerjain soal OSN nih, hehehe.

Oh iya, waktu registrasi kita dikasi semacam buku panduan OSN 2017 yang didalamnya ada jadwal untuk semua bidang. Kemudian aku melihat jadwal untuk Kebumian. Sangat padat mulai dari pagi sampai sore. Sedangkan bidang lainnya, seperti Matematika hanya tes satu kali selama empat jam per harinya (tapi aku tau kok gimana susahnya..). Jadi untuk Kebumian, fisiknya harus bener-bener dijaga biar enggak tumbang saat tes. Apalagi di hari kedua, semua tesnya dari pagi sampai sore adalah praktik lapangan.

3 Juli 2017.
Hari pertama dengan agenda pembukaan. Lokasinya di Gelanggang Remaja Pekanbaru. Acaranya dari pagi sampai siang menjelang sore gitu. Ribet banget persiapannya. Walaupun aku cuma duduk, aku tau pasti susah banget ngatur ribuan orang apalagi ada anak-anak SDnya juga. Pembukaan dihadiri langsung sama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dan jajarannya. Setelah sambutan dan pembukaan resmi, kita semua kembali ke hotel masing-masing. Pembukaan selesai, selanjutnya adalah pengarahan atau technical meeting untuk masing-masing bidang. TMnya dimulai jam 4 sore dan waktu itu masih ada sekitar beberapa jam untuk istirahat. Jadi aku diem dulu di kamar dan jam 4 baru turun. Eh telat :") Untung gak sendiri hehe. Waktu TM dijelasin tentang teknis lomba besok. Pertamanya sih perkenalan tim juri dan asisten dulu, dilanjutin kenalan antarpeserta. Kata Pak Hendra, ketua tim juri, kita itu harus saling kenal satu sama lain karena nantinya bakal berguna banget, salah satunya di IESO. Katanya di IESO bakal ada babak project gitu dan kita bekerja sama temen yang bukan dari negara yang sama dengan kita. Jadi intinya biar kita mudah beradaptasi dan bergaul sama lingkungan dan orang-orang baru. Setelah perkenalan selesai, selanjutnya adalah penjelasan mengenai tes teori dan praktik. Untuk praktik lapangannnya, tiap bidang dijelasin sama juri masing-masing bidang. Bidang Geologi oleh Pak Hendra, Oseanografi oleh Pak Warsito, Meteorologi oleh Pak Zadrach, dan Astronomi oleh bapak, maaf saya lupa namanya. Setelah itu, kita dikasi tau cara makai alat untuk tiap-tiap praktik lapangan. TMnya memakan waktu yang cukup lama namun padat akan informasi.


4 Juli 2017. Today is the day. Kita sudah harus kumpul sebelum jam tujuh karena tepat jam tujuh kita akan menuju lokasi tes, SMA Negeri 8 Pekanbaru. Agenda hari ini adalah tes teori, tes peraga Geologi, praktik lapangan Meteorologi, dan praktik lapangan Astronomi. Padat sekali, bukan? Setelah sarapan, aku, Kiki, dan Krisan langsung menuju ke bus. Kemudian aku dan Krisan berpisah dengan Kiki. Perjalanan terasa lama karena pada saat itu aku dirundung ketegangan. Benar-benar takut dan belum siap. Tibalah bus kami di sebuah sekolah yang bangunannya didominasi warna biru. Kami langsung dikumpulkan di lapangan sekolah dan diberi penjelasan singkat mengenai tes yang akan kami jalani hari ini. Setelah itu, kita masuk ke ruangan masing-masing. Saat itu aku masih sakit. Hanya pilek, tetapi sangat menyiksa. Benar-benar menggangu walaupun aku sudah menggunakan masker dan membawa banyak tisu (yang pada akhirnya sangat kurang).

Tes pertama adalah tes teori. Sama seperti tes yang sudah kita lalui di OSK dan OSP. Bedanya, di OSK tidak ada wacana. Di OSP wacananya hanya beberapa halaman. Di OSN, wacananya sangat panjang. Soalnya juga sangat sulit bagiku. Benar-benar harus melalui pemikiran yang mendalam. Soal esainya juga. Jika saat OSP soal esainya lebih ke Fisika, kali ini soal esainya benar-benar sulit. 120 menit berlalu, tes teori berakhir.

Selanjutnya adalah tes peraga Geologi. Kita dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari (kalau tidak salah) 15 orang. Lalu kita masuk ke sebuah kelas yang di dalamnya sudah tersusun meja melingkar. Kita berdiri di masing-masing meja, mengerjakan soal yang tersedia dengan bantuan peraga yang ada di atas meja, kemudian berpindah ke meja selanjutnya setelah waktu habis. Untuk peraganya bermacam-macam. Kita mengerjakan soal yang sudah diberikan sesuai dengan alat peraga yang ada di depan kita. Waktu itu ada batuan dan mineral. Pertanyaannya adalah mengenai ciri-ciri dan nama batuan atau mineral tersebut. Lalu ada fosil trilobit, yang ditanya adalah klasifikasi dari fosil tersebut (namanya tidak diberitahu. Klasifikasi yang ditanya kalau tidak salah adalah kelas dari fosil tersebut). Kemudian ada alat peraga yang menunjukkan sesar, kita diminta untuk mengidentifikasi jenis sesar tersebut. Ada pula gambar kenampakan alam yang diambil dari satelit luar angkasa dan kita diminta untuk menentukan namanya. Ada juga kompas geologi yang sudah diatur sedemikian rupa dan kita harus membaca hasil pengukurannya. Tiap soal dibatasi waktu beberapa detik saja. Jadi harus dikerjakan dengan cepat dan tepat. Setelah tes peraga selesai, kita bertukar posisi dengan kelompok lain yang sudah menyelesaikan praktik lapangan Meteorologi.

Praktik lapangan Meteorologi. Bisa dibilang kalau ini merupakan tes yang paling mudah. Kita hanya perlu menentukan kecepatan angin dan jenis-jenis awan yang ada di tempat itu dalam waktu yang sudah ditentukan. Dalam menentukan kecepatan angin, kita harus menggunakan Skala Beaufort yang sudah disediakan di lembar soal. Jadi kita cuma menentukan jenis angin yang berembus sesuai dengan ciri-ciri yang ada di tabel. Menentukan jenis awannya pun cukup mudah karena kita sudah diberi Cloud Wheel yang sangat membantu, di mana pada Cloud Wheel tersebut sudah tersedia nama awan, ketinggian, ciri-ciri, dan gambarnya. Walaupun tesnya tampak mudah, tetap saja ada perbedaan antara aku dan teman-temanku dalam menentukan kecepatan angin karena terdapat perbedaan penafsiran di antara kita.

Setelah praktik lapangan Meteorologi, tes terakhir pada hari itu adalah praktik lapangan Astronomi. Tesnya adalah praktik menggunakan pin hole camera atau kamera lubang jarum. Aku paling nggak bisa di tes ini karena aku nggak pernah dapet proper training untuk materi Astronomi. Teori aja masih macet-macetan, apalagi praktiknya. Jadi aku enggak bisa cerita banyak tentang ini karena aku nggak ngerti. Yang aku inget sih kita diminta menggambar bayangan matahari dari hasil penggunaan kamera lubang jarum. Selain itu juga kita diminta menghitung waktu lokal berdasarkan penghitungan yang aku lupa apa aja.

Praktik lapangan Astronomi menjadi penutup tes di hari itu. Kita selesai sekitar jam 4 atau 5 sore. Benar-benar melelahkan dan membuat kulit menjadi gosong karena semua praktik lapangan meminta kita untuk berjemur (tapi tenang saja, boleh pakai jaket, celana panjang, topi, dan lain-lain selama tidak menimbulkan kecurangan).

5 Juli 2017. Tes hari kedua adalah praktik lapangan Oseanografi dan praktik lapangan Geologi. Untuk mempersingkat waktu, kita kembali dibagi menjadi dua kelompok seperti tes di hari sebelumnya. Kelompokku kebagian praktik lapangan Oseanografi. Praktik lapangan Oseanografi tidak sesulit Astronomi bagiku. Lokasinya adalah di Danau Khayangan. Di sini kita diminta untuk menentukan tingkat kejernihan air dengan menggunakan secchi disk kemudian mengukur pH air menggunakan kertas pH. Setelah selesai melakukan pengukuran, kita menjawab soal yang tertera di lembar soal. Aku lupa apa aja soalnya waktu itu. Walaupun kedengarannya cepat, tes ini cukup lama karena kita harus bergantian sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Seusai praktik lapangan oseanografi

Danau Khayangan

Setelah kedua kelompok di dua tempat selesai, kita kembali ke bus dan bertukar lokasi. Aku lupa di mana lokasi praktik lapangan Geologi tapi yang pasti, tempatnya bagusss banget. Batuannya warna warni dan dikelilingi pepohonan hijau yang rimbun.
Lokasi Praktik Lapangan Geologi
Praktik lapangan ini terbagi lagi menjadi beberapa tes. Tes pertama adalah menentukan koordinat posisi kita saat itu menggunakan GPS. Cara penggunaannya sudah diberitahu saat technical meeting. Sebelum tes juga dijelaskan ulang mengenai cara penggunaannya. Tes selanjutnya adalah menyusun tabel stratigrafi dengan lengkap berdasarkan struktur batuan yang sudah ditentukan. Aku cukup kesulitan di sini karena kehilangan fokus sehingga aku lupa untuk mengonversi ukuran dari tiap lapisan. Jadi hasilnya... hancur :") Tes terakhir adalah mengukur kemiringan lapisan batuan menggunakan kompas geologi. Tes ini cukup mudah karena caranya sudah diajarkan sebelumnya hehehe. Waktu aku mengerjakan tes menentukan koordinat, hujan turun. Untungnya sebelum berangkat pagi tadi, kita dikasi jas hujan warna warni. Jadi enggak kehujanan, deh. Hehehe.

Selfie after test

Setelah semua tes selesai, kita kembali ke hotel. Hari ini sangat melelahkan. Ketika bidang lain hanya tes selama beberapa jam, Kebumian selalu full dari pagi sampai sore, baik di hari pertama maupun kedua. Walaupun lelah, aku senang. Semua ketegangan sudah berakhir. Tinggal menunggu hasil saja.

6 Juli 2017. Agenda hari ini adalah jalan-jalan! Yeayyy. Tujuannya adalah Kabupaten Kampar. Aku tidak tau itu di mana dan ada apa di sana, tapi aku tetap senang karena akhirnya jalan-jalan. Ya awalnya sih senang. Tapi ternyata perjalanannya sangat jauh, memakan waktu berjam-jam. Aku bosan di jalan. Setelah perjalanan lama, akhirnya kita sampai di tempat pengasapan ikan. Tempatnya tidak terlalu besar tapi didatangi oleh banyak orang. Yang aku liat selama di sana hanyalah lautan manusia. Cuaca panas ditambah kegiatan yang enggak jelas (bagiku) membuatku bingung harus ngapain. Akhirnya aku dan Krisan menuju ke tempat pembersihan ikan yang sudah dipotong. Seremmm. Ternyata kita enggak lama diam di sana. Kita kembali lagi ke bus dan perjalanan dilanjutkan. Sampailah kita di Candi Muara Takus. Tempatnya tidak terlalu luas. Setiap candi ada deskripsinya. Namun karena cuaca yang sangat panas, aku memilih untuk berteduh. Setelah dua hari panas-panasan selama tes, aku tidak mau menjadi lebih gosong lagi hari ini. Hehehe. Di sana aku makan siang sama temen-temen, foto-foto sama Krisan, Kiki, Nindya, dan teman-teman sebidang beserta juri dan asisten juri, dan berkeliling Candi Muara Takus bersama Kiki dan Nindya. Setelah enggak tau lagi harus ngapain, panitia meminta kita semua untuk naik kebus dan kembali ke hotel. Acara selanjutnya adalah pendidikan karakter di malam hari. Aku, Nindya, dan Kiki tidak tau apa yang diberikan pemateri karena kita absen, hehehe.

Kiki - Nindya - Feonie

Temen-temen sebidang


7 Juli 2017. Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua peserta karena di hari ini akan dilaksanakan penutupan dan pengumuman. Sama seperti pembukaan, paginya kita menuju Gelanggang Remaja Pekanbaru lalu sampai sana diadakan pengaturan tempat duduk dan briefing mengenai teknis pengalungan medali. Jika pada pembukaan kita bisa duduk dengan teman-teman satu provinsi, kali ini kita diwajibkan untuk duduk sesuai bidang kita masing-masing. Acara awalnya berlangsung seperti pembukaan. Pembedanya ya di bagian pengumuman. Pengumumannya lama tapi singkat. Durasinya lama tapi peraih medali cuma dipanggil nama dan provinsi kemudian satu per satu naik ke atas panggung dan dikalungi medali. Di tahun 2017, tim OSN SMA dari Bali berhasil meraih berapa medali, ya. Aku lupa jumlahnya tapi aku ingat peraihnya. Peraih medali untuk Bali adalah Kevin (Perunggu Fisika), Raka (Perunggu Kimia), Agus (Perunggu Biologi), Rama Bena (Perunggu Komputer), Jimmy (Perak Matematika), Tama (Perak Komputer), Galang (Emas Komputer). Kebumian enggak dapet apa-apa, hehehe. Walaupun aku enggak berhasil mendapat medali, tapi aku tetap senang karena teman-temanku yang lain hebatt (proud). Penutupan selesai sore menjelang malam. Kita langsung kembali ke hotel, mengurus administrasi akhir, dan acara bebas. Malam ini menjadi malam perpisahan karena besok kita sudah kembali ke daerah masing-masing :(





8 Juli 2017 dan kita semua kembali ke daerah masing-masing. Sekitar jam 9, aku, Nindya, sama Kiki siap-siap turun ke lobby sedangkan Krisan masih nunggu di kamar karena belum ada intruksi dari pendampingnya. Sedih banget waktu itu, pisah sama Krisan :"D Di lobby, kita nunggu tim Bali lainnya. Setelah lengkap, kita ke bandara naik bus yang sudah disediain panitia. Sampai bandara, kita nunggu yang lain datang. Terus kita masuk, check in, boarding, take off, transit, delay, boarding, take off, landing, sampai di Denpasar. Seharusnya jam setengah 8, tapi karena sempat delay, jadinya sampai di Denpasar sekitar jam 9. Setelah itu, kita semua foto bersama untuk terakhir kalinya dan pulang ke rumah masing-masing.

Tim Bali 2017
Wow.. It was a great journey, great experience, great time. Walaupun cuma sebagai peserta aja di OSN kali ini, aku ngerasa banget manfaatnya. Di sana kau ketemu sama banyak orang, orang-orang hebat yang bikin aku sadar kalau aku belum ada apa-apanya dan masih harus berusaha lebih giat lagi. Banyak kebaikan yang bisa aku ambil dari teman-teman baru yang aku temui. Dan setelah itu, aku merasa perlahan-lahan bisa berubah menjadi lebih baik lagi. Terdengar aneh tapi.. cobalah dan kau akan merasakannya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar